Posted by: drsoniawibisono | 7 July 2009

TIPS UNTUK WANITA KANTORAN

Apakah Anda adalah wanita kantoran atau wanita karir. Berikut beberapa tips kesehatan buat Anda. Boleh saja Anda mengaku memiliki daya tahan tubuh kuat. Namun sebagai perempuan bekerja dengan aktivitas yang padat, sistem pertahanan tubuh tidak akan menghasilkan daya tahan tubuh kuat jika Anda tidak memiliki gaya hidup dan pola makan yang sehat.

Semakin Anda sibuk beraktivitas baik itu tuntutan pekerjaan, anak-anak dan kebutuhan pribadi, akan semakin sulit mencari waktu untuk memperhatikan apa yang Anda makan. Padahal dari makanan itu, Anda mendapat energi dan kekuatan untuk menangkal penyakit.

Nah, berikut kiat yang bisa dilakukan Anda agar Anda tetap bisa sehat bahkan di saat waktu tersibuk Anda.

1. Minum susu atau tablet  kalsium. Kalsium dapat membantu mengatasi PMS (pre menstrual syndrome), tekanan darah tinggi dan osteoporosis. Minumlah air putih yang banyak bersama dengan kalsium.

2. Multivitamin. Multivitamin atau suplemen memiliki manfaat yang cukup tinggi. Mereka yang biasa mengonsumsi mineral suplemen atau multivitamin secara teratur setiap hari memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit jantung atau kanker. Keuntungan lainny adalah folic acid dalam multivitamin Anda lebih mudah diserap tubuh.

3. Sarapan dengan 7 gr sereal. Maksudnya adalah 7 gram serat setiap penyajian. Sereal baik karena Anda akan mendapatkan kandungan serat yang banyak dalam porsi kecil.

4. Air, air dan air. Selalu menyempatkan banyak minum air putih. Kurang cairan / dehidrasi menyebabkan Anda mudah letih, kurang konsentrasi dan sakit kepala.

5. Jangan lupa sediakan makanan ringan yang menyehatkan:

Apel. Bawa 1 apel dan letakkan di tempat yang terlihat. Jadikan apel tersebut satu-satunya makanan yang terlihat oleh Anda. Sebuah penelitian mengungkapkan mereka yang mengonsumsi 1 apel sehari lebih memiliki pertahanan tubuh lebih baik terhadap polusi udara.

Kacang. Kacang kaya akan lemak tak jenuh(tidak menaikan kadar kolesterol buruk), vitamin E, dan magnesiaum. Sebuah penelitian menyebutkan mengonsumsi segenggam kecil kacang 4 – 5 kali seminggu cenderung memiliki hidup lebih lama.
Tetapi hati hati terhadap yang alergi, karena dapat menimbulkan jerawat

6. Tidak masalah jika Anda telah membawa bekal makan siang yang tentunya sudah Anda persiapkan dengan baik di rumah. Namun, jika Anda ingin makan makanan cepat saji (sesekali), cobalah tip berikut.

-  Jika Anda memesan pizza, perbanyak saos tomat namun kurangi keju. Saus tomat terbuat dari tomat masak yang  dipercaya mengurangi risiko terkena kanker. Ini juga berlaku bagi makanan cepat saji lainnya.

- Hindari MSG yang terlalu banyak pada tiap masakan.

- Pilihlah lebih banyak sayur, buah dan yang bukan gorengan.

- Cobalah pasta dan spaghetti sebagai pengganti nasi, karena mereka adalah golongan karbohidrat kompleks, yang membuat stamina tahan lebih lama, dan tidak membuat mengantuk di siang hari.

7. Jika Anda merasa masih lapar. Anda bisa kembali mengonsumsi apel Anda sebagai camilan sore.

8. Saat sore pulang kantor, terjebak kemacetan di jalan dan Anda sudah lapar. Mampirlah ke supermarket atau restoran cepat saji terdekat. Pesan beberapa makanan yang dapat memberikan Anda energi tambahan untuk pulang. Beberapa pilihan:

- Roti gandum. Pilih roti yang menyebutkan ‘whole wheat bread’. Roti ini mengandung banyak serat.
- Pilihlah Dessert buah seperti blueberries, strawberries, blackberries kaya alan serat dan antioksidan. Jangan lewatkan!
- Jika Anda memesan makanan di restoran cepat saji, pesanlah porsi setengah di kemasan take away. Jika tidak bisa, minta mereka untuk membaginya dalam dua kemasan. Dengan begitu Anda tidak ‘wajib’ menghabiskan satu porsi semuanya.

9. Di malam hari, saat hari anda telah berakhir, tidak ada salahnya untuk menutup hari ini Anda:

- Cokelat panas dan susu. Mengonsumsi cokelat panas (tanpa lemak tentunya) karena cokelat mengandung antioksidan lebih tinggi daripada teh.
- Susu dengan kandungan kalsiumnya, mempermudah anda untuk tidur nyenyak.

Air putih. Setelah Anda menggosok gigi, minum kembali air putih. Yup! Lebih banyak air putih lebih baik.

Posted by: drsoniawibisono | 7 July 2009

MEMILIH OBAT BEBAS YANG BAIK DAN BENAR

Obat bebas ada 2 jenis, yaitu obat bebas yang di kemasannya ditandai dengan lingkaran hitam dengan warna hijau di dalamnya, dan obat bebas terbatas yang ditandai dengan lingkaran hitam dengan tanda biru di dalamnya (yang ini lebih keras).

Bagaimana cara memilih obat bebas untuk penyakit ringan ,sebelum kita ke dokter?

Memilih obat bebas memang tergantung kebiasaan dan kecocokan kita berdasarkan pengalaman yang pernah kita alami sebelumnya. Namun dengan tumbuhnya perusahaan farmasi, membuat berbagai macam merk obat dengan isi yang berlainan, mempersulit kita dalam memilih jenis obat bebas yang sesuai dengan tanda dan gejala, penyakit yang sedang kita derita. Misalnya kita menderita batuk, tetapi jenis batuk kita tidak berdahak, karena ketidaktahuan kita akhirnya asal memilih obat batuk yang sembarangan ditambah pedagang obatnya juga tidak mengerti, maka kesembuhan yang ktia harapkan terkadang malah menyebabkan batuk kita bertambah parah.

Nah, sebelum memilih obat, lihatlah dulu labelnya:

  1. Nama produk: Nama produk biasanya bisa bermacam macam, atau disebut merk

  2. bahan aktif: adalah bahan yang berkhasiat dalam sediaan obat

  3. Golongan: merupakan kategori produk seperti obat batuk, anti histamine (anti alergi), antipiretik (penurun panas), antitusif (anti batuk),ekspektoran (membantu pengeluaran dahak), dll

  4. kegunaan: terhadap gejala atau penyakit yang akan diobati

  5. peringatan: perhatikan kapan boleh diminum, atau kapan harus dihentikan, kapan harus ke dokter, efek sampingnya.

  6. aturan pemakaian atau dosis. Perhatikan dengan baik, jangan sembarang dikurangi atau ditambahkan.

  7. bahan tambahan: adalah bahan yang ditambahkan sebagai pengikat, pewarna, penambah rasa, atau aroma.

  8. Perhatikan expired date/ tanggal kadaluwarsa

BAHAN AKTIF

Obat sakit kepala yang paling ringan mengandung parasetamol, yang tidak menganggu lambung. Bisa juga digunakan untuk anti radang, anti pegal linu, anti nyeri lain seperti nyeri gigi. Obat pilek biasanya mengandung antihistamin (histamine adalah zat yang dikeluarkan saat tubuh kita terpapar allergen) klorfeniramin maleat atau desklorfeniramin maleat yang menyebabkan ngantuk dan dekongestan (untuk melegakan pernapasan) seperti fenilpropanolamin hidroklorida atau fenilefrin hidroklorida, yang dapat menimbulkan jantung berdebar dan menaikkan tekanan darah.

Obat batuk tertentu mengandung desktrometorfan hidrobromida yang kadang-kadang dikombinasi dengan ekspektoran (membantu pengeluaran dahak), seperti gliseril guayakolat. Obat maag biasanya mengandung antasida, yang umumnya kombinasi aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida, yang apabila diminum terus menerus dapat menyebabkan sembelit atau diare. Obat nyeri haid umumnya mengandung asam mefenamat yang bisa mengiritasi lambung. Obat asma mengandung teofilin dan efedrin. Zat yang disebut terakhir ini bisa menyebabkan jantung berdebar dan tekanan darah naik.

Jadi kalau Anda pengidap sakit maag dan suatu saat Anda sakit kepala, pilihlah obat yang mengandung parasetamol (asetaminofen), hindari yang mengandung aspirin (karena aspirin mengganggu lambung). Parasetamol dapat pula digunakan untuk sakit gigi, nyeri otot, atau nyeri-nyeri ringan sampai sedang lainnya. (Obat-obatan antinyeri kurang manjur menghadapi nyeri kelas berat yang diakibatkan batu ginjal, batu empedu, atau kanker.)

Kalau Anda berprofesi sebagai penyetir atau pekerja yang mengoperasika mesin, hindari menggunakan obat pilek yang mengandung antihistamin, karena akan menyebabkan kantuk. Bila Anda batuk kering, pakailah dekstrometorfan, sedangkan bila batuk berdahak, pakai lah obat batuk hitam. Sedangkan pengidap asma atau hipertensi, jangan gunakan efedrin, gunakan teofilin saja.

Untuk bahan aktif, pilihlah hanya zat yang Anda butuhkan. Hindari obat yang mengandung banyak campuran bahan aktif, apabila anda tidak mengalami semua gejala yang perlu diatasi dengan obat tersebut. Hati-hatilah dengan istilah, “flu”, yang sebenarnya menggambarkan kumpulan gejala. Penyakitnya sendiri bisa selesma (common cold) atau influenza. Keduanya disebabkan oleh virus, tetapi dari jenis yang berbeda. tidak ada obat yang bisa membunuh virusnya. Yang ada hanya obat yang meringankan gejalanya. Penyakitnya akan sembuh sendiri setelah 3 - 5 hari oleh kekebalan tubuhnya penderita. Yang dapat dilakukan adalah meningkatkan daya tahan tubuh, dengan memakan makanan yang bergizi, istirahat yang cukup, minum vitamin, dan bisa dicoba herbal untuk meningkatkan daya tahan tubuh seperti Echinacea.

Kalau gejala Anda panas dan pilek, tidak usah minum obat yang mengandung obat batuk dekstrometorfan. Ada beberapa obat influenza yang berisi zat aktif untuk mengatasi semua gejala, seperti sakit kepala, batuk, demam, nyeri pada otot. Belilah obat campuran ini hanya apabila anda MEMANG mengalami semua gejala tersebut.

Jika Anda hanya menderita sakit kepala atau nyeri otot, perlukah Anda memasukkan sekian banyak zat kima yang tidak diperlukan itu ke dalam tubuh Anda, selain parasetamol? Bisa saja sakit kepala atau otot Anda sembuh, tetapi Anda akan mengantuk karena dekslorfeniramina maleat, atau berdebar-debar karena kafein dan fenilpropanolamina hidroklorida. Inilah pentingnya, tak hanya membaca indikasi obat, tetapi juga komposisi obat.

Interaksi obat.

Obat adalah bahan kimia yang memungkinkant erjadinya interaksi bila tercampur dengan bahan kimia lain seperti obat obatan, makanan maupun minuman.

Hindari alkohol jika mengkonsumsi obat antihistamin, obat batuk yang mengandung dextromethorpan.

Jangan menggunakan pencahar jika lambung terasa nyeri, mual atau muntah.

Hindari menggunakan obat pelega hidung (nose drip) jika dalam pengobatan hipertensi. Konsultasikanlah penggunaan nose drip dengan dokter anda.

konsultasilah terlebih dahulu kepada dokter karena ada interaksi obat yang berbahaya. Misalkan, jika Anda menderita PJK (penyakit jantung koroner) dan sedang dalam pengobatan untuk antipembekuan darah, dan Anda minum aspirin karena sakit kepala, dapat terjadi perdarahan spontan. Karena aspirin juga berfungsi untuk pengenceran darah, sehingga efeknya menjadi bertumpuk/dobel.

ANAK

Untuk anak anak, dosis berbeda dengan dewasa. Hati hatilah jika membeli obat bebas untuk anak:

  • bacalah label kemasan obat dengan teliti

  • 1 sendok obat adalah 5 ml, setengahnya adalah 2,5 ml

  • lebih baik gunakan sendok takar yang ada di dalam obat, hindari menggunakan sendok makan atau sendok teh karena sendok ini dapat berbeda takarannya

  • jangan mencoba memperbanyak dosis jika anak terlihat sakit parah, lebih baik konsultasikan dengan dokter, dan tetap minumlah obat sesuai dosis.

  • Hindari menghentikan obat antibiotic dari dokter saat gejala sudah mereda. Ikutilah petunjuk dokter, karena dapat mengakibatkan kekebalan.

Posted by: drsoniawibisono | 7 July 2009

Apakah gangguan emosi dapat menyebabkan Sakit perut pada anak?

Keluhan seorang anak itu merupakan ungkapan dari sesuatu gangguan yang terjadi dari fisik atau batinnya. Gangguan emosi dapat terjadi akibat kejadian atau pengalaman yang kurang menyenangkan. Seseorang anak yang berusia empat tahun mungkin tidak mempunyai selera makan akibat sebab -sebab tertentu. Anak yang menderita demam akibat infeksi virus , sakit kerongkongan atau penyakit paru -paru umpamanya akan kehilangan selera makan. Jika dia ditinggalkan di bawah pengawasan orang lain atau pengasuh baru , dia mungkin akan kehilangan selera makan karena belum benar -benar dekat dengan pengasuh barunya. Jika dia memasuki suasana baru yang asing, maka keadaan tersebut juga dapat membuatnya rewel dan berkurang selera makan. seorang anak juga mungkin akan hilang selera makannya kerana sedih akibat kehilangan orang yang disayangi seperti ibu , bapa atau saudaranya .

Keluhan -keluhan seperti kurang selera makan , sakit perut , sakit dada, sakit kepala , masalah tidur malam dan sebagainya bukan saja dapat disebabkan oleh gangguan fisik tetapi juga oleh gangguan emosi anak itu. Walaupun keluhan -keluhan tersebut mungkin berawal daripada suatu jenis penyakit , tetapi dapat menjadi lebih buruk lagi jika si anak terlalu cemas dan mengalami gangguan emosi. Salah satu contohnya adalah apabila seorang anak yang sedang sakit, melihat ibu bapaknya terlalu mencemaskan dirinya, maka perasaan takutnya akan semakin hebat, dan gejala penyakitnya dapat terlihat menjadi lebih buruk. Saat ia dibawa ke dokter, dan ditenangkan oleh dokter, penyakitnya seolah-olah reda walaupun obat belum diberikan.

Penyakit di kalangan anak memerlukan penilaian yang menyeluruh bukan sahaja dari aspek fisik tetapi juga dari aspek latar belakang mereka. Persoalan di rumah , keluarga , riwayat penyakit dalam keluarga dan kepribadian anak tersebut perlu dikaji untuk membantu proses pendiagnosan serta untuk memahami reaksi anak tersebut apabila menderita sesuatu penyakit.

Dibawah ini akan diceritakan satu contoh untuk memberi gambaran bagaimana penilaian yang terperinci terhadap keluhan seseorang anak dari segi fisik , emosi dan sosial dapat mendapatkan hasil kesembuhan yang lebih baik.

Gatot yang berusia enam tahun, kelas 1 SD, dibawa oleh ayahnya ke klinik karena sering mengeluh sakit perut sejak beberapa bulan yang lalu. Akibatnya , Gatot sering tidak dapat masuk ke sekolah dan dalam waktu sebulan yang lalu , dia telah absen selama sepuluh hari.

Ayahnya mengatakan bahawa sebelum ini , Gatot memang jarang jatuh sakit ; sebaliknya dia sangat aktif dan cerdas. Dia memang gemar berteman dan mudah bergaul dengan anak -anak sebayanya. Di sekolah , gurunya mengatakan Gatot adalah seorang murid yang cerdas dan suka bergaul akrab dengan murid -murid lain tetapi sejak empat bulan yang lalu beliau mendapati Gatot seolah -olah suka menyendiri dan kurang memperhatikan pelajaran. Gatot anak tunggal dan memang dekat dengan ibu dan ayahnya. Ayahnya seorang wartawan dan sering bertugas di luar kota , sedangkan ibunya seorang ibu rumah tangga. Sejak beberapa tahun tahun yang lalu, Gatot dijaga oleh seorang pembantu rumah tangga apabila ibu dan ayahnnya tidak ada di rumah. Hubungan Gatot dengan pembantu rumah tersebut juga dikatakan baik. Gatot telah dibawa berobat ke beberapa dokter tetapi sakit perutnya masih juga tidak sembuh. Ayahnya mengatakan bahwa seorang dokter berpendapat bahwa Gatot mungkin menderita penyakit lambung, dan dokter tersebut telah memberinya obat, tetapi ternyata tidak ada perbaikan. . Seorang dokter lain pula mengatakan bahwa Gatot tidak menderita penyakit apapun dan mengatakan keluhan ini akan reda dengan sendirinya. Beliau juga memberikan obat untuk penyakit cacacingan, tetapi juga tidak menolong keluhannya. Keluhan sakit perut Gatot datang dan hilang tidak menentu waktunya.

Adakalanya , ia menyerang pada siang hari selama berjam -jam lamanya. Dia akan mengeluh dan menangis tetapi tidak muntah -muntah atau mencret.Kadang kadang dia mengeluh sakit pada waktu malam. Dalam satu minggu yang lalu , dia pernah mengeluh sakit perut sebanyak empat kali.

Pada itu , Gatot dan ayahnya hadir di klinik saya. Apabila saya bertanya tentang ibunya , ayahnya mengatakan bahwa si ibu sedang kurang sehat dan tidak dapat bersama -sama menemani Gatot ke klinik. Apabila saya melihat riwayat Gatot , ayahnya memberikan latar belakang penyakit anaknya dan menerangkan dengan panjang lebar tentang keluhannya. Bermacam -macam obat telah diberikan untuk menyembuhkan sakit perut tersebut tetapi tidak ada yang berhasil menyembuhkannya. Ayah Gatot telah menerangkan kepada saya bahwa keluhan sakit perut anaknya itu tidak terjadi secara terus menerus. Adakalanya, Gatot mengeluh sakit perut selama dua jam. Setelah itu , dia akan meneruskan aktivititasnya seperti biasa. Adakalanya juga , dia mengeluh pada waktu malam dan setelah perutnya dioles-oles dengan minyak gosok, barulah dia dapat tidur nyenyak. Saya tertarik pada cerita ayah Gatot yang seolah -olah memberi gambaran bahawa ibu Gatot kurang berupaya memberikan perhatian terhadap Gatot. Si ayah menyatakan bahawa sejak empat bulan yang lalu , Ibu Gatot kurang sehat dan sering ke rumah sakit untuk berobat. Apabila ditanya dengan lebih mendalam, dia menyatakan bahawa isterinya yang berusia 30 tahun itu telah didiagnosa oleh dokter menderita sejenis penyakit darah ( Lymphoma hodgkins ) yang menyebabkan dia sering terpaksa pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan suntikan obat dan juga radioterapi. Terlintas di pikiran saya bahwa keadaan ini mungkin ada kaitan dengan keluhan sakit perut Gatot. Walau bagaimanapun, saya terus mendengarkan keluhan Gatot tentang penyakit yang dihadapinya. Gatot sungguh serius mengatakan kepada saya dan menunjukkan ke arah pusatnya sambil berkata, ”Saya selalu sakit di sini , dokter “. Dia tidak pernah menemukan cacing dalam kotorannya. Apabila ditanya tentang suasana di sekolahnya , dia memberikan gambaran seolah -olah dia tidak mengalami masalah apa-apa. Dia hanya menyatakan dia kurang berminat untuk mengikuti pelajaran dan tidak berminat untuk bermain -main dengan kawan -kawannya seperti biasa.

Setelah melakukan pemeriksaan fisik ke Gatot , jelaslah bahwa raut muka anak ini tidak menunjukkan keceriaan. Tetapi ia juga tidak kelihatan pucat. Suhu badannya normal. Tubuhnya tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan berat badan. Pemeriksaan fisik di bagian tubuh lain, termasuk di perutnya juga tidak menunjukkan kelainan. Semuga dalam batas normal. Oleh itu, saya berpendapat Gatot tidak perlu menjalani pemeriksaan y yang lebih khusus pada saat itu. Saya menerangkan pada Gatot bahwa dia tidak menderita suatu penyakit. Ayahnya menanyakan lebih lanjut, dan ingin tahu mengapa anaknya mengeluh sakit perut. Pada saat itu, saya berpikir bahwa saya perlu menanyakan keadaan emosi anak tersebut dari dia sendiri, tanpa didengarkan oleh ayahnya. Maka saya mempersilahkan ayahnya untuk menunggu sejenak di luar, dan saya hanya berbicara dengan Gatot berdua saja.

Perbincangan kami berkisar tentang sekolahnya, pergaulan, keinginan masa depannya dan sebagainya. Akhirnya, saya menanyakan keadaan keluarganya, khususnya hubungan dia dengan ibu dan ayahnya. Dia mengatakan bahawa dalam empat bulan belakangan ini, ia merasa sungguh cemas memikirkan ibunya yang sering terpaksa pergi kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Dia melihat perubahan wajah ibunya yang semakin lemas dari hari ke hari, rambut ibunya banyak yang rontok akibat perawatan radioterapi. Dia khawatir penyakit darah yang dihadapi oleh ibunya dapat membawa kematian. Dia takut kehilangan ibu yang dikasihinya. Dia sangat memerlukan perhatian ayahnya, tetapi ayahnya sering sibuk dengan pekerjaan dan kerap terpaksa bepergian ke luar kota. Ibunya tidak lagi memberikan perhatian sebanyak dahulu kerana sering merasa sakit dan lelah.

Air mata Gatot mengalir deras sewaktu dia menceritakan tentang ibunya. Jelas-jelas saya mengerti bahwa Gatot amat menyayangi ayah dan ibu . Tetapi penyakit yang dialami oleh ibunya sejak empat bulan yang lalu merupakan sesuatu keadaan yang tidak diduga dan amat menekan emosinya.

Perasaan iba juga tergambar dari wajah ayahnya. Keluarga ini sebenarnya sedang melalui satu pengalaman yang pahit dan mereka perlu mencari penyelesaian yang sebaik-baiknya.

Dari kisah Gatot , jelaslah bahwa pengobatan menggunakan obat -obatan saja tidak akan menyembuhkan secara total jika dasar keluhan seseorang anak itu hanya dinilai dari segi fisiknya saja. Jika seorang anak seperti ini berobat ke klinik yang terlalu ramai dan dokter yang merawat hanya sempat meluangkan beberapa menit saja untuk berjumpa dengan si anak , maka biasanya keluhan yang mendasar itu tidak dapat terungkapkan. Akibatnya , keluhan ini akan berkepanjangan dan akan menyebabkan setiap anggota keluarga resah. ]

Keadaan seperti yang dialami oleh Gatot juga memerlukan program perawatan yang dinamakan psikoterapi. Obat -obatan tertentu mungkin dapat digunakan untuk sementara waktu untuk mengurangi perasaan cemas yang dialami oleh anak itu yang menganggu tidur dan aktivitas kesehariannya. Yang juga perlu dilakukan adalah mendapatkan keterangan yang lebih jelas dari dokter yang merawat ibunya, kepada si ayah, dan si ayah dapat menceritakannya dalam bahasa yang sederhana kepada Gatot. Yaitu tentang jenis penyakit yang dialami ibunya , cara pengobatan dan kemungkinan si ibu sembuh dari penyakitnya.

Gatot beserta ibu dan ayahnya juga dapat menjalani terapi keluarga yang memberikan peluang kepada setiap anggota keluarga untuk mengenali diri dan peranannya masing masing dalam rumah tangga, memberikan mereka bimbingan agar dapat menyesuaikan diri dengan keadaan yang dialaminya sekarang. Sehingga seandainya penyakit si ibu terus bertambah parah dan tidak dapat terobati , Gatot dan ayahnya dapat menerima semuanya dengan tabah dan melanjutkan masa depan mereka dengan tegar.

Kisah Gatot ini menunjukkan beberapa hal yang menarik. Keluhan yang dialaminya itu berawal hampir sama dengan mulainya penyakit sang ibu. Ini biasanya terjadi di kalangan anak-anak yang mengalami gangguan emosi. Gangguan emosi biasanya terjadi akibat suatu peristiwa yang menyedihkan , menakutkan atau mengganggu perasaan. Pemeriksaan fisik sering tidak menunjukkan kelainan apa apa. Jika keadaan ini ditemui , dokter perlulah menilai keluhan si anak itu dengan meneliti aspek emosi dan sosialnya, untuk mengetahui atau memahami dasar timbulnya penyakit tersebut.

Categories